Scatter Pink

Scatter Hitam

rokokbet

BET4D

scatter hitam

SCATTER PINK

Untung vs Rugi Andai MotoGP dan Formula 1 Digelar di Trek dan Hari yang Sama

Untung vs Rugi Andai MotoGP dan Formula 1 Digelar di Trek dan Hari yang Sama

Cbtravelguide.com – Dunia motorsport baru-baru ini diguncangkan oleh pengakuan CEO Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP, Carmelo Ezpeleta, bahwa ia sedang berdiskusi dengan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, soal peluang menggelar balapan bersamaan di trek yang sama dan pada pekan balap yang sama.

Hal ini dinyatakan Ezpeleta kepada Marca pada akhir Maret 2023, usai Domenicali menjadi tamu kehormatan sekaligus pengibar bendera finis di MotoGP Portugal. Domenicali sendiri dikenal sebagai fans berat MotoGP, dan berkolaborasi erat dengan Ezpeleta dalam mengatur kalender balap agar kedua ajang tak mengalami bentrok.

Ezpeleta menyatakan ide ini tak bisa diwujudkan dalam waktu dekat atas berbagai alasan, tetapi bukannya tak mungkin dilaksanakan. “Gagasan ini muncul di antara kami, baik saya maupun Stefano. Saat ini, hal itu tak bisa dilakukan. Namun, jelas kami takkan berhenti mempertimbangkan apakah itu memungkinkan,” ungkapnya.

Jika hal ini benar-benar terwujud, maka penggemar motorsport yang mengikuti MotoGP dan F1 sekaligus bakal menjadi pihak yang paling dimanjakan. Namun, mewujudkan hal ini bukanlah perkara mudah karena ada untung-rugi yang harus dipertimbangkan. Apa saja sih mereka? Berikut ulasannya.

Bisa Dukung Popularitas MotoGP

Andai MotoGP dan F1 benar-benar digelar di trek yang sama pada pekan balap yang sama, maka pihak yang diuntungkan adalah MotoGP. Kedua ajang memang sama-sama berstatus kejuaraan dunia, yang memiliki fanbase besar di berbagai negara. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa F1 merupakan ajang lebih populer dan global.

Popularitas F1 melejit dalam tujuh tahun terakhir, sejak Liberty Media mengambil alih hak komersialnya usai mengakuisisi Formula One Group pada 2016. Liberty pun menggalakkan aktivitas F1 di media sosial dan bekerja sama dengan Netflix untuk serial ‘Drive to Survive’ demi menggaet fans anyar, terutama dari generasi muda.

MotoGP masih merupakan ajang balap yang populer, tetapi mereka hanya dikenal luas di beberapa bagian bumi tertentu saja, seperti Eropa, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara. Jika balapannya digelar bersamaan dengan F1, tak pelak lagi MotoGP akan mendapatkan visibilitas lebih tinggi di negara-negara lainnya.

Tak Mungkin Digelar di Sirkuit Jalanan

Atas alasan keselamatan, MotoGP tak bisa digelar di sirkuit-sirkuit jalanan, yang kini jumlahnya justru semakin bertambah di kalender balap F1. Bangunan-bangunan yang jaraknya dekat dengan trek sama sekali tak sesuai dengan standar tingkat keselamatan MotoGP. Pasalnya, MotoGP membutuhkan area run-off yang sangat lebar.

Menggelar kedua ajang di sirkuit tertutup permanen jadi satu-satunya opsi. Namun, FIA dan FIM selaku federasi olahraga yang masing-masing menaungi F1 dan MotoGP juga harus menyamakan standar homologasi sirkuit. Saat ini, ada lima trek yang memenuhi kedua standar, yakni Circuit of The Americas, Silverstone, Red Bull Ring, Barcelona-Catalunya, dan Lusail.

F1 Bikin Trek MotoGP Jadi ‘Bumpy’

Uniknya, lima sirkuit tersebut menghadapi masalah serupa setiap kali MotoGP datang berkunjung: para rider mengeluhkan lintasan mereka yang ‘bumpy’ alias bergeronjal. Mereka pun menuduh F1 sebagai biang keladi dari permasalahan aspal yang harus mereka hadapi sepanjang pekan balap.

Ini cukup masuk akal, karena mobil-mobil F1 memiliki tenaga yang lebih besar, begitu pula downforce yang masif. Hal ini menghasilkan tekanan tinggi terhadap aspal, terutama di tikungan. Lintasan yang bergeronjal pun mengakibatkan kekhawatiran tersendiri bagi para rider MotoGP, yang kerap melaju miring di tikungan dan berisiko mengalami selip.

Bentrok Harga Tiket

Menggelar MotoGP dan F1 di trek yang sama pada pekan balap yang sama berarti juga mempertemukan dua kelompok fans. Alhasil, alokasi tiket untuk masing-masing kelompok bakal lebih sedikit ketimbang saat tiap ajang digelar terpisah. Hal ini akan memicu ‘perang’ yang lebih sengit dalam perburuan tiket nonton.

Namun, kendala yang lebih besar adalah bentroknya harga tiket. Tiket MotoGP dan F1 sudah dikenal memiliki harga yang jauh berbeda. Contohnya saja harga tiket nonton di Circuit of The Americas (COTA) yang kebetulan merupakan salah satu dari lima sirkuit yang menjadi tuan rumah kedua ajang.

Sebagai perbandingan, menurut situs resmi COTA, harga tiket bagian bawah Main Grandstand MotoGP dijual dengan harga $174 (Rp2,6 juta) untuk tiga hari. Sementara untuk F1, fans harus merogoh kocek $1275 (Rp18,8 juta) demi duduk di tempat yang sama. Menemukan harga yang pas untuk kedua kelompok fans sudah tentu takkan mudah.

Jumlah Logistik dan Garasi

Sebagai ajang balap motor dan ajang balap mobil terakbar di dunia, MotoGP dan F1 tentunya memiliki logistik bejibun yang harus dibawa ke satu sirkuit ke sirkuit lainnya. Kedua ajang ini masing-masing memiliki 11 dan 10 tim peserta, dan ini belum termasuk kelas-kelas pendukung seperti Moto2, Moto3, Formula 2, dan Formula 3.

Agar semua logistik bisa diletakkan di satu tempat, maka MotoGP dan F1 membutuhkan sirkuit dengan paddock yang sangat luas dan memiliki banyak garasi. Dari lima sirkuit yang jadi tuan rumah keduanya, hanya Silverstone yang memiliki dua paddock, dan kebetulan kedua ajang ini juga selalu menempati paddock berbeda setiap kali berlaga di trek tersebut.

Meski begitu, tetap saja nyaris tak ada ruang untuk penempatan logistik tim-tim peserta Moto2, Moto3, Formula 2, dan Formula 3. Jika MotoGP dan F1 ngotot ingin menggelar balapan di trek yang sama dan pada pekan balap yang sama, tampaknya mustahil bagi mereka untuk mengajak kelas-kelas pendukung ini.

Durasi dan Jarak Balap Harus Diseimbangkan

Durasi balapan MotoGP dan F1 juga harus dipertimbangkan jika balapan kedua ajang ini memang akan digelar pada hari yang sama. Apalagi, F1 diketahui memiliki durasi dan jarak balap yang dua kali lipat lebih panjang ketimbang MotoGP.

Balapan MotoGP sendiri memiliki rata-rata durasi selama 40-45 menit dengan jarak balap 100-130 km. Sementara itu, balapan F1 rata-rata digelar selama 90 menit dengan jarak balap minimal 305 km. Melihat durasi dan jarak balap yang timpang ini, MotoGP dan F1 harus mencari kompromi.

Nah, akankah MotoGP dan F1 benar-benar akan tampil di sirkuit yang sama pada pekan balap yang sama? Nantikan perkembangan selanjutnya ya, Bolaneters!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *