Scatter Pink

Scatter Hitam

rokokbet

BET4D

scatter hitam

SCATTER PINK

Para Pembalap MotoGP Pilih Tandem Bagnaia di Ducati 2025

Para Pembalap MotoGP Pilih Tandem Bagnaia di Ducati 2025

Para rider MotoGP menimbang-nimbang apakah mereka akan memilih Jorge Martin dan Marc Marquez untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati bersama Francesco Bagnaia pada 2025.

Salah satu fokus utama perhatian di Kejuaraan Dunia MotoGP saat ini adalah siapa yang akan menduduki kursi tim pabrikan Ducati pada musim 2025, bersama Pecco. Lima putaran pertama musim ini menempatkan Jorge Martín, Marc Marquez, dan Enea Bastianini sebagai favorit untuk menduduki posisi tersebut.

Namun, apa yang terjadi di lintasan tampaknya lebih mengarah pada dua pembalap Spanyol itu, dengan Martin memimpin klasemen keseluruhan setelah awal yang sangat baik tahun ini dengan 129 poin, dan Marquez berada di urutan ketiga dengan 89 poin, tetapi semakin membutuhkan kemenangan setelah sepenuhnya beradaptasi dengan Desmosedici GP23.

Apa yang terjadi akhir pekan lalu di Prancis semakin memperumit keputusan tersebut, seperti yang dikonfirmasi oleh Gigi Dall’Igna setelah kemenangan Martin dalam duel tiga arah, dan dengan juara dunia delapan kali di urutan kedua, setelah memulai dari posisi ke-13 dan menyalip Bagnaia di lap terakhir.

Pada setiap penampilan di hadapan media, Martin dan Bagnaia sering ditanyai tentang masa depan mereka. Tetapi di Le Mans, beberapa pembalap diminta untuk mengambil alih peran sebagai manajer umum Ducati Corse dan memilih antara nomor #89 dan #93 untuk musim depan.

Salah satu pembalap yang paling jelas dalam memberikan pendapatnya, seperti biasanya, adalah Aleix Espargaro. Rider Aprilia ini mendukung Martin, teman baiknya, untuk bergabung dengan tim pabrikan Borgo Panigale.

“Saya tidak mengerti mengapa #89 belum mengendarai motor itu. Apa lagi yang harus dia lakukan? Dia bertarung memperebutkan gelar juara pada 2023 dengan tim satelit. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia adalah orang tercepat di lintasan, semua orang mengatakannya. Jadi, bagi saya, sudah jelas,” kata pembalap Granollers, yang pada hari Minggu berkomentar bahwa, jika dia memiliki tim di kelas utama, dia akan menjadikan Martin dan Pedro Acosta sebagai pembalapnya.

Hiu dari Mazarron juga mendukung pembalap San Sebastian de los Reyes sebagai pemenang duel untuk memperebutkan posisi tersebut. “Tentu saja, Martin. Dia yang paling pantas, dia adalah pemimpin klasemen,” tandasnya.

Source: Motorsport

Namun, Marquez juga tidak kekurangan dukungan. Luca Marini, penggantinya di Repsol Honda, mengungkapkan, “Marc Marquez. Ada alasan? Tidak.”

Miguel Oliveira memberikan alasannya, “Menyatukan seorang juara dunia delapan kali dengan juara MotoGP dua kali akan menciptakan tim yang sangat kuat. Itulah yang akan saya lakukan.”

Beberapa pembalap lain memiliki pembalap ketiga yang diperebutkan, Bastianini, dalam pikirannya. Inilah yang dikatakannya Johann Zarcoyang baru saja meninggalkan Borgo Panigale untuk bergabung dengan HRC.

“Saya ingin berpikir bahwa Bastianini bisa bertahan.Bagi saya, tim yang 100 persen Italia di Ducati adalah hal yang masuk akal,” tuturnya.

Ada juga yang merasa senang karena tidak perlu mengambil keputusan, seperti Fabio Quartararo. “Martin adalah yang tercepat. Marc, dengan motor tahun lalu, telah menunjukkan bahwa ia juga cepat. Bastianini juga cepat. Saya senang bukan saya yang memutuskan,” ujar pembalap Yamaha itu.

Dan akhirnya, ada juga yang menanggapinya dengan humor dan filosofi, dengan mengajukan diri. Mereka adalah Maverick Viñales yang dengan tertawa berkomentar bahwa ia akan memilihnya, dan Jack Miller “Tiga nama dalam daftar? Bisakah Anda memasukkan nama saya?”, canda pembalap KTM asal Australia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *